Pernah dengar bunyi dari gigi saat sedang makan? Suaranya bisa seperti klik, krek, atau bunyi kecil lainnya. Kalau cuma terjadi sesekali mungkin tidak terlalu mengganggu. Tapi kalau sering muncul, tentu bisa bikin penasaran.
Gigi berbunyi saat mengunyah, apa penyebabnya? Ternyata ada beberapa hal yang bisa membuat kondisi ini terjadi. Mulai dari kebiasaan mengatupkan gigi, masalah pada gigi, sampai gangguan pada sendi rahang.
Penyebab Gigi Saling Berbunyi Saat Mengunyah
Saat mengunyah, gigi atas dan bawah akan saling bertemu. Kalau posisi gigi kurang pas, benturan tersebut bisa menghasilkan bunyi kecil ketika makanan dikunyah.
Biasanya kondisi ini tidak langsung terasa sakit. Namun kalau bunyi terus muncul atau semakin sering sebaiknya jangan diabaikan. Posisi gigitan yang kurang tepat bisa membuat beberapa bagian gigi menerima tekanan lebih besar.
1. Ada Gigi yang Retak
Gigi yang retak juga bisa menjadi salah satu penyebab gigi berbunyi saat makan. Retakan kecil pada gigi terkadang sulit dilihat sendiri apalagi kalau letaknya di bagian belakang.
Selain bunyi, gigi retak bisa membuat rasa tidak nyaman saat menggigit makanan tertentu. Ada juga yang merasa giginya ngilu ketika terkena makanan atau minuman yang terlalu dingin dan panas.
Lalu gigi retak apakah bisa diperbaiki? bisa, tapi semua bergantung pada kondisi giginya. Jika retaknya tidak terlalu parah bisa diperbaiki namun jika sudah parah maka bisa dicabut.
2. Tambalan Gigi Sudah Tidak Pas
Kalau sebelumnya pernah melakukan tambal gigi, coba perhatikan apakah bunyi mulai muncul setelah perawatan tersebut. Tambalan yang terlalu tinggi bisa membuat gigi menerima tekanan lebih besar saat menggigit.
Akibatnya gigitan bisa terasa berbeda dari biasanya. Gigi juga dapat terasa seperti bertemu lebih dulu ketika mulut ditutup atau saat mengunyah.
Oleh karena itu pastikan jika kamu ingin melakukan perawatan tambal gigi, maka pilihlah klinik gigi yang profesional dan berpengalaman.
3. Kebiasaan Menggertakkan Gigi
Tanpa sadar beberapa orang sering menggeretakkan atau mengatupkan gigi terutama saat tidur. Kebiasaan ini dikenal sebagai bruxism dan bisa memberikan tekanan berlebihan pada gigi.
Kalau dilakukan terus-menerus, permukaan gigi bisa menjadi lebih haus. Gigi juga dapat menjadi sensitif atau terasa tidak nyaman ketika digunakan untuk mengunyah.
4. Sendi Rahang Mengeluarkan Bunyi
Tidak semua bunyi yang terdengar saat mengunyah berasal dari gigi. Bisa saja sumbernya justru dari sendi rahang yang berada di dekat telinga.
Sendi rahang membantu mulut membuka, menutup, dan bergerak saat mengunyah. Kalau ada gangguan pada bagian ini, bisa muncul bunyi klik atau krek ketika rahang digerakkan.
5. Gigi Berlubang Bisa Jadi Penyebab
Gigi berlubang juga perlu diperhatikan. Lubang pada gigi dapat membuat bagian gigi menjadi lebih rapuh dan mudah terasa tidak nyaman ketika digunakan untuk mengunyah.
Pada kondisi tertentu makanan juga bisa tersangkut di dalam lubang gigi. Kalau dibiarkan masalah pada gigi bisa semakin berat dan menimbulkan sakit gigi.
6. Gigi Tumbuh Tidak Beraturan
Susunan gigi setiap orang berbeda. Ada yang tumbuh cukup rapi, tetapi ada juga yang posisinya miring, berjejal, atau saling bertumpuk.
Susunan gigi yang kurang rapi bisa mempengaruhi cara gigi atas dan bawah bertemu. Hal tersebut terkadang membuat munculnya bunyi ketika menggigit atau mengunyah makanan.
7. Gigi Bungsu Sedang Tumbuh
Gigi bungsu yang sedang tumbuh juga bisa membuat area belakang mulut terasa berbeda. Apalagi kalau ruang untuk tumbuhnya tidak cukup.
Selain rasa tidak nyaman, gusi di sekitar gigi bungsu bisa terasa sakit atau bengkak. Posisi gigi bungsu yang tumbuh miring juga dapat memengaruhi area gigi di sekitarnya.
Apakah Gigi Berbunyi Saat Mengunyah Berbahaya?
Bunyi pada saat mengunyah tidak selalu berarti ada masalah yang serius. Kalau hanya terjadi sekali dan tidak disertai keluhan lain, biasanya tidak perlu langsung panik.
Namun kondisi ini sebaiknya diperhatikan kalau mulai disertai sakit gigi, gigi ngilu, rahang terasa sakit, sulit membuka mulut, atau bunyi semakin sering muncul.
Tips Agar Gigi Berbunyi Saat Mengunyah Tidak Semakin Parah
Sambil menunggu pemeriksaan, kamu bisa mengurangi makanan yang terlalu keras atau alot jika mengunyah terasa tidak nyaman. Pilih makanan yang lebih mudah dikunyah untuk sementara waktu.
Jaga juga kebersihan gigi dengan tetap menyikat gigi secara rutin. Bersihkan sela-sela gigi supaya tidak ada sisa makanan yang menumpuk dan menyebabkan masalah lain.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Gigi?
Kalau gigi bunyi saat mengunyah terjadi terus-menerus sebaiknya periksakan ke dokter gigi. Pemeriksaan bisa membantu mengetahui apakah masalahnya berasal dari gigi, susunan gigitan, atau justru sendi rahang.
Apalagi kalau sudah muncul rasa sakit atau gigi terasa lebih sensitif. Jangan menunggu sampai keluhannya semakin parah baru mencari pertolongan.
Saat mendengar bunyi dari gigi atau rahang, hindari mencoba mengubah posisi gigi sendiri. Jangan juga sengaja menggigit benda keras untuk mengetahui dari mana bunyinya berasal.
Cara seperti itu justru bisa memberikan tekanan tambahan pada gigi. Lebih baik perhatikan kapan bunyi muncul dan keluhan lain yang menyertainya lalu ceritakan kepada dokter gigi saat pemeriksaan.
Kesimpulan
Jadi gigi berbunyi saat mengunyah, apa penyebabnya? Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari susunan gigi, gigi retak, tambalan yang kurang pas, kebiasaan menggertakkan gigi, sampai masalah pada sendi rahang.
Kalau bunyi hanya sesekali dan tidak menimbulkan keluhan lain, kamu tidak perlu langsung khawatir. Tetapi kalau bunyi sering muncul dan disertai sakit, ngilu, atau rahang terasa tidak nyaman, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi.
Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebabnya bisa diketahui lebih jelas dan penanganannya juga bisa disesuaikan dengan kondisi gigi dan rahang.